LAPTOP ASUS BERSTEMPEL UI YANG KU BELI DARI TEMAN
Orang-orang
yang mengenal aku terlebih dulu pasti sudah tidak heran lagi bahwa aku adalah
orang yang ceroboh. Laptop yang baru aku dapat saat duduk dibangku kuliah
kondisi nya sudah tidak baik lagi saat aku baru semester 4, dan membuatku
kesulitan mengerjakan antrian tugas yang sebagian besar membutuhkan beberapa
software penting. Semua tempat service sekitar kampus sudah aku jajahi dan
semuanya berkata “laptop nya udah gak bisa ditolong mbak”. Baikk, aku hanya bisa
menghela nafas sambal istighfar seikhlas-ikhlasnya. Mungkin ini teguran dari
Allah untuk aku yang belum tau bagaimana menjaga dan memanfaatkan laptop
sebaik-baiknya. Sempet nangis lebay dipojokan kamar sambil menghempaskan
selimut untuk menutup kepala, karena bagi aku laptop adalah harta paling besar
nilai belinya. Bahkan lebih mahal dari sepeda motor yang aku punya dirumah,
honda tahun X yang katanya hanya bisa dijual dengan harga 1 juta. Ah baiklah, akhirnya
aku mengocek uang tabungan, ternyata hanya ada 700 ribu, itupun sisa uang
hadiah lomba dan mengajar privat, yang sebagiannya sudah aku pakai untuk
menutupi kebutuhan yang memang harus ditutup.
Darimana
aku akan dapat uang lagi. Aku selalu tidak berani untuk ‘meminta”. “Nggak
nggak, aku PASTI masih bisa cari uang lagi”. Masih ada LSI dengan segala
fasilitas komplit komputernya, tenang. Bulan demi bulan deadline laporan dan
tugas membuatku hamprr setiap hari ke LSI, hingga gak heran ketika teman-teman selalu
mencariku ke LSI saat tak bisa dihubungi. Saat itu aku adalah anak asrama, yang
jamalnya tepat jam 9 harus masuk kandang, sedangkan jam perkuliahan usainya
selalu hamprr diatas jam 4. Kebayang kan jam di LSI hanya berapa jam, ditambah
kalau ada kumpul-kumpul organisasi usai maghrib. Aku tau aku punya teman-teman
asrama, namun tak sampai hati aku ini meminjam laptop yang hamper semuanya direngkuh
untuk menunaikan tugas asrama dn kuliah yang sama-sama banyaknya.
Hingga
ikhtiar dan terus berdoa “oh Allah gapapa laptopnya gak bisa dipakek dulu, tapi
aku berharap sebelum matkul bioinformatika, aku sudah dapat gantinya yng lebih
baik lagi”. Berbagai lomba coba aku apply mulai dari Pimnas, Essay UNJ,
Ideantion,KTI di Malang, dll. Alhamdulillah ikhtiar tersebut dapat menambah
peningkatan saving keuangan hingga 2 juta. “Udah bisa dapet laptop yang credible
belum ya?” aku nanya ke temen2 PKM katanya paling-paling dapet bekas dan mudah
rusak dengan modal uang segitu, sedangkan aku sendiri tidak menginginkan
notebook. Sekitar 2 minggu aku menahan uang itu untuk menemukan laptop yang
benar-benar tepat untuk matkul next semester jg skripsi aku nantinya. Sudh ada
beberapa tawaran masuk laptop bekas, namun pikiran ini masih ragu memutuskan untuk
“deal membeli”. Hingga aku mencoba menanyakan pada siapa yang ahli mengenai
perlaptopan. Anak ilkom, ya anak ilkom, aku mencoba memberanikan nanya ke 3
teman yang aku kenal, YES.
Aku dapat
laptop yang aku incar dengan RAM 4 gB , masih terlihat mulus walaupun bekas,
betapa aku senang Allah telah menunjukkan jalan terangnya. Harganya dipatok 2.5
juta, sedangkan saving hanya 2 juta, ah bagaimana ini. “Apa tidak bisa dinego 2
juta saja? Tabungan ku benar-benar pas”, gak mungkin aku akan mengambil uang
bidikmisi bulan itu dlm kondisi belum gajian, mau makan apa. Dengan ringan hati
teman tersebut mau membantu aku untuk meloby pada temannya yang mempunyai
laptop itu “Yasudah transfer saja uangnya ke aku, nanti aku loby agar bisa 2
juta”. Alhamdulillah, aku menunggu hari Senin tentang kabarnya, dan Allah
mengizinkan.
Betapa orang-orang tersebut telah menjadi perantara Allah
untuk membantuku mendapatkan ganti yang lebih baik, aku sangat bersyukur
sekali, semoga Allah limpahkan karunia yang nikmatnya lebih besar dari yang aku
dapatkan saat itu. Allah memberi bahkan jauhh sebelum dari tempo yang aku
minta, Allah juga memberi jauhh ganti laptop yang lebih baik dari sebelumnya. Jiwa-jiwa
alay yang melekat ini membuatku tersedu-sedu saat membuka laptop yang aku
anggap baru ini, nmaun saying ahh kok gak ada aplikasi apa-apa :( . Baiklah teman
langganan instalan laptop aku mintai bantuan untuk menginstal beberapa aplikasi
dan software penting agar aktivitas ku segera bisa berjalan. Baik sekali,
terimakasi teman langganan instalan laptop hehe, maklum orang Jawa dapet
bantuan sepele, terimakasihnya bisa beribu-ribu kali. Aku berjanji pada diriku sendiri, dengan fasilitas ini, aku akan lebih produktif dari hari-hari sebelum aku tak punya ini. Aku akan lebih banyak berkarya dari apa yang sebelumnya aku tak punya karya. Terimakasih, setelah beberapa bulan laptop ini menjadi ikhtiarku berkarya membuat buku, menuangkan berbagai inovasi, bahkan sesepele menimba ilmu dan menunaikan kewajiban dalam menuntaskan laporan, Allah Maha Asik dengan Segala cara Nya. Udah nulis Panjang-panjang,
apasih ibrahnya. Jangan membatasi diri, kita bisa karena Allah yang membantu.
Kesungguhan dan kerja keras akan membuka jalan cita apa-apa yang sulit. Berikan
sebaik-baik ikhtiar sebelum meminta, diiringi doa, juga tawakkal dibalik setiap
usaha. Karena semua yang dilalui, adalah bekal perjalanan, jadi jangan pernah putus
asa ya.
-------Sepercik diary Intan yang semoga membawa cerita manfaat
yang bisa dibawa pulang.
Comments
Post a Comment